Artikel

Tali Tambang

06 Juni 2016

Mazmur 39:5-8

Suatu pagi, saya mendampingi teman sekampus yang memakamkan
ibunya. Sorenya, seorang teman lain menikah. Hidup terkadang
memiliki jalan yang begitu unik dalam membelitkan suka dan duka.
Satu kali Nobita-sebuah karakter kartun Jepang-meminta pada Doraemon
-sahabatnya-agar ia bisa selalu beruntung dalam hidup. Namun,
Doraemon mengangkat sebuah tali tambang dan menunjukkan bahwa tali
yang kokoh itu terdiri dari dua helai tali yang saling melilit. Dan
ia mengibaratkan dua tali itu sebagai kebahagiaan dan kesedihan
hidup yang terangkai menjadi satu.

Kesedihan akan diganti dengan kegembiraan, sebaliknya kegembiraan
juga tidak akan berlangsung terus-menerus karena akan ada kesedihan
di depan sana. Hidup tidak bisa menawarkan kepastian pada manusia.
Sekokoh dan semapan apa pun kita membangun hidup, semua itu fana dan
bisa runtuh dalam sekejap. Dan akhirnya, hal yang paling pasti dalam
hidup ini adalah betapa fananya hidup manusia.

Pemazmur tampaknya sangat memahami fakta ini. Ketika ia merenungi
betapa fananya hidup di dunia, maka ia menyadari betapa banyaknya
hal sia-sia yang diributkan manusia (ayat 7). Satu harapan paling
kokoh yang kita miliki hanyalah pada Tuhan. Rasa percaya kita
kepada-Nya tidak akan pernah sia-sia. Dari titik kesadaran ini,
alangkah baiknya jika kita mengurangi perhatian pada hal-hal fana
yang kerap dipermasalahkan dengan sesama manusia. Tata ulang
prioritas hidup kita. Dan biarlah kita semakin giat melakukan
hal-hal penting yang akan mempersiapkan kita menjelang kehidupan
kekal yang tak mengenal kefanaan --OLV

TUHANLAH SATU-SATUNYA YANG BISA KITA PERCAYA
DI TENGAH KETIDAKPASTIAN HIDUP

by Sanrio Telika