Artikel

Peran Suami Dalam Pernikahan, Bagaimana Seharusnya?

08 Juni 2016

Peran Suami dalam pernikahan dan rumah tanggaSyalooomm, kami berdoa agar artikel ini menjadi konsep berpikir yang akan membantu Anda memahami peran suami dalam pernikahan dan rumah tangga sehingga menjadi lebih jelas daripada sebelumnya sesuai dengan nilai-nilai Firman Tuhan tentunya.Ada sebuah kisah tentang seorang suami yang baru meninggal dan pergi ke surga, disana dia menemukan dua barisan pria-pria dengan tanda pada setiap barisan itu. Kalimat dalam tanda pertama berbunyi: “Semua Pria yang semasa hidupnya didominasi oleh Istrinya, berdiri di barisan ini!” Barisan ini tampak barisan yang penuh, panjang barisannya.Sedangkan tanda yang kedua berbunyi: “Semua Pria yang semasa hidupnya TIDAK didominasi oleh Istrinya, berdiri di barisan ini!” Dibarisan ini hanya ada satu orang saja.Pria yang baru meninggal ini pergi ke pria yang berada dalam barisan kedua, dan dia bertanya, “Wah hebat, apa rahasianya? Bagaimana anda bisa tidak didominasi oleh istri anda, apa rahasianya?Pria yang berdiri seorang diri itu, melihat sekeliling dengan ekspresi bingung, “Mengapa? Saya juga tidak tahu. Saya hanya disuruh oleh istri saya untuk berdiri disini.”Kita mungkin tertawa mendengar humor ini, tapi persoalan kepemimpinan dalam rumah tangga dan pernikahan adalah bukan lelucon, ini adalah hal yang serius.

Peran suami dalam pernikahan adalah hal yang sangat serius pada jaman ini

Selama beberapa puluh tahun belakangan ini, kita tahu perubahan jaman membuat makna tanggung jawab atau peran pria dan wanita menjadi bergeser. Dari dulunya seorang pria atau suami menjadi sangat berkuasa di keluarganya, namun hari-hari ini banyak pria atau suami yang bingung perannya dalam pernikahan atau rumah tangga. Banyak pria menjadi bingung dalam perannya di pernikahan, banyak yang tidak tahu bagaimana bertindak di rumah. Dalam perkembangannya, generasi-generasi berganti, para pria tidak memiliki model yang baik dalam hal kepemimpinannya di rumah tangga, mereka tidak memiliki gambaran mental dari apa yang disebut memimpin di keluarga, karena mereka kurang mendapatkan contoh dari generasi atasnya. Akibatnya mereka tidak memimpin secara efektif dalam keluarga dan pernikahannya. (Berhati-hatilah kita sebagai pria, karena kita memberi contoh pada anak laki-laki kita).Semakin banyak pria pasif di rumahnya. Mereka berpikir bahwa hal termudah adalah “tidak melakukan apa-apa”. Mereka tidak berani mengambil resiko, dan membiarkan istri mereka yang menggantikannya. Ketika seorang pria menikah dengan istri yang kuat dan dominan yang mengambil alih peran suami dalam rumah tangga, para pria lebih sering membiarkan hal itu terjadi.Untungnya ada jawaban akan hal ini. Sama seperti artikel “Peran Istri Dalam Pernikahan dan Rumah Tangga”, kita harus kembali kepada dasar dari nilai-nilai kehidupan Kristen yaitu Firman Tuhan. Alkitab dengan jelas memberikan kita model untuk menjadi seorang pria, seorang suami dan ayah. Saya sebut model tersebut “hamba yang pemimpin”.Ketika ditafsirkan dengan benar dan diterapkan, konsep ini tidak hanya menghasilkan kebebasan untuk suami dan istri, tetapi juga membantu Anda bekerja lebih baik sebagai sebuah tim untuk memerangi perseteruan dan konflik dalam pernikahan Anda.Apa saja peran suami dalam pernikahan / rumah tangga?
  1. Jadilah PEMIMPIN.
Alkitab menyatakan dengan jelas sebuah susunan organisasi dalam pernikahan.1 Korintus 11:3
Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
Efesus 5:22-30
Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri
  1. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
  2. karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
  3. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
  4. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
  5. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
  6. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
  7. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
  8. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
  9. karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
  10. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
  11. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
  12. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
Kita lihat dalam dua paket ayat alkitab diatas, bahwa Allah menempatkan tanggung jawab utama di pundak suami. Tuhan juga telah menetapkan tugas seorang istri yaitu menaati/mematuhi suaminya. Ketaatan ini harusnya sebuah sikap yang sukarela, dan hanya kepada suaminya sendiri, bukan pada setiap pria.Menjadi “Kepala” tidak berarti semuanya harus didominasi laki-laki, dimana mereka menuntut para istri untuk mematuhi semua perintahnya dan kebijakannya. Tuhan tidak pernah melihat perempuan sebagai warga negara kelas dua. Firman-Nya dengan jelas menyatakan bahwa kita semua sama-sama anak-anak-Nya dan memiliki nilai yang sama dan layak di hadapan-Nya.Galatia 3:28
Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
Pengajaran dalam Perjanjian Baru dengan jelas menunjukkan bahwa perempuan harus dihormati, dihormati, dan diperlakukan setara dengan laki-laki. Sayangnya, banyak suami belum mendapatkan arti dari ayat ini. Para suami menurunkan derajat istri dengan cara tidak memperdulikan mereka, memperlakukan mereka dengan tidak manusiawi. Mungkin salah satu penyebab dari gerakan feminis atau emansipasi yang berlebihan dari para wanita adalah karena para laki-laki tidak seturut dengan rancangan Allah bagi manusia.Ketika Allah memberikan Hawa kepada Adam di taman Eden, Adam menerimanya sebagai hadiah yang sangat bernilai bagi dia. Ketika para suami, terutama suami-suami Kristen, tidak memperlakukan istri mereka sebagai hadiah yang berharga dari Allah dan sebagai penolong mereka, hal ini menyebabkan mereka (para istri) mencari cara untuk menemukan makna dan nilai sendiri bagi mereka sebagai manusia, dan seringnya cara mereka diluar kehendak Allah.Apakah Anda seorang pemimpin?Bagi para pria yang “alami”nya biasa memimpin, pasti tidak kesulitan menjawab pertanyaan ini, jawaban mereka pasti YA. Mereka tahu bagaimana caranya untuk mengambil alih, mengontrol, membimbing, dan menyelesaikan sesuatu masalah. Namun beberapa orang bukan seorang pemimpin yang kuat atau alami. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan jika mereka dihadapkan dengan situasi yang menuntut sebuah sikap kepemimpinan. Lalu bagaimana mereka bisa memimpin di rumah?Paulus mengatakan hal yang sama untuk semua orang pada surat-suratnya. Allah telah menempatkan suami dalam posisi penanggung jawab atau pemimpin. Tidak peduli apa jenis kepribadian yang mungkin dimiliki seorang suami, Andalah sang pemimpin dalam rumah tangga, Andalah yang bertanggung jawab. Istri Anda mungkin menolak Anda, memerangi Anda ketika anda mulai memimpin, dan berusaha melawan upaya Anda untuk memimpin, tapi hal itu tidak ada bedanya, tidak membuat Anda jadi berubah peran sebagai “yang dipimpin”. Secara defakto mungkin anda kalah, tetapi secara dejure (hokum) andalah sang pemimpin.Saya sangat percaya istri kita ingin kita dan perlu kita untuk memimpin dia, mungkin Anda tidak menuntut posisi itu, tapi faktanya Tuhan menempatkan Anda di posisi itu.Mungkin Anda berkata kalau Anda tidak akan sempurna kalau memimpin istri Anda, tidak masalah, kita semua para pria tidak sempurna, semua butuh proses, tapi Anda harus mulai memahami hal ini, bawa pemahaman dan kesadaran dalam pikiran Anda bahwa Anda adalah sang pemimpin di pernikahan dan rumah tangga, mulailah peduli dengan istri Anda dan keluarga Anda dengan melayani mereka sebagai seorang pemimpin. Ingat pemimpin adalah pelayan.Ayat Firman Tuhan diatas tidak hanya sekedar menyuruh Anda menjadi pemimpin dalam pernikahan. Tetapi di pasal yang sama juga memberikan sebuah model kepemimpinan yang benar. Paulus berkata bahwa suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Inilah perbandingan suami dengan Kristus, menggambarkan bahwa suami harus menjadi kepala istri. Sebagai kepala, suami seharusnya ingin agar istrinya sebagai tubuhnya sejahtera. Suami sebagai pelindungnya. Sama seperti Kristus, sebagai kepalanya gereja, yang menyelamatkan gereja.Mari kita lihat dua tanggung jawab seorang suami yang mengalir keluar dari pola kepemimpinan yang tepat.
  1. Cintailah Istri Anda Tanpa Syarat
Efesus 5:25
“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”
Penerimaan tanpa syarat Anda akan istri Anda tidak didasarkan pada penampilannya, tidak diukur dari seberapa dia berkontribusi dalam keluarga, tidak dinilai dari apa yang sudah dilakukannya didalam pernikahan, tapi cintailah istri anda karena dia memang layak, sebagai karunia Allah untuk Anda.Jika Anda ingin mencintai istri Anda tanpa syarat, selalu pastikan tangki emosionalnya penuh. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menegaskan keberadaan dirinya terus-menerus. Biarkan dia tahu secara lisan bahwa Anda menghargai dia, Anda menghormati dia, dan mencintainya. Dan Anda akan merasakan bahwa hal ini tidak akan pernah cukup, sehingga Anda harus melakukannya setiap hari, setiap waktu.Kita semua tahu bahwa kata-kata bisa menyatakan cinta, tapi yang membuktikan cinta adalah tindakan. Anda perlu melakukan keduanya pada istri Anda.1 Yohanes 3:18
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Salah satu hal yang mungkin sudah hilang dalam kepemimpinan suami dalam pernikahan adalah pengorbanan. Coba Anda ingat kapan terakhir kali Anda menyerahkan sesuatu untuk kepentingan istri Anda, sesuatu yang sangat Anda hargai, seperti hobby Anda, Anda tidak jadi main golf karena istri Anda membutuhkan Anda dirumah, Anda tidak jadi memancing hari sabtu, karena Istri Anda kelelahan dan Anda harus menemani anak-anak dirumah.Kadang-kadang Anda harus melepaskan sesuatu yang Anda nikmati atau sukai, sehingga istri Anda dapat memiliki waktu-waktu istirahat atau waktu-waktu bersama Anda dan dia akan melihat cinta Anda untuknya.
  1. Jadilah Pelayan Bagi Istri Anda
Menurut Perjanjian Baru, menjadi kepala istri, Anda tidak berarti menjadi tuannya, tetapi menjadi pelayannya. Sekali lagi, Kristus adalah model kita untuk jenis kepemimpinan. Yesus tidak hanya berbicara tentang melayani; Dia menunjukkan itu ketika ia membasuh kaki murid-murid-Nya “(Yoh 13: 1-17).Kristus, sebagai kepala Gereja, mengambil sifat seorang hamba ketika Ia dibuat sama dengan manusia.Filipi 2: 7
Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Salah satu cara terbaik untuk melayani istri Anda adalah untuk memahami kebutuhan dan berusaha untuk memenuhinya.Apakah Anda tahu apa tiga kebutuhan teratas dari istri Anda? Apa yang dia kawatirkan sekarang. Apa masalahnya sekarang? Tekanan apa yang dihadapinya sekarang? Belajarlah untuk mengetahui hal-hal yang ditanyakan diatas, dan carilah cara untuk paling tidak mengurangi kekawatirannya, masalahnya atau tekanan yang dihadapinya.Apa yang Anda ketahui tentang harapan dan impian istri Anda? Anda harus mengetahuinya, dan seharusnya Anda juga harus membantunya untuk meraihnya.Cara lain untuk melayani istri Anda adalah menyediakan apa yang dia perlukan. Penjelasan akan hal ini, mungkin yang pertama adalah memenuhi kebutuhan material keluarga.1 Timotius 5:8
Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
Menjadi “penyedia” bagi istri Anda juga berarti mengambil inisiatif dalam membantu memenuhi kebutuhan spiritualnya. Lakukan hal ini sebagai model yang menggambarkan karakter ilahi dalam diri Anda sebagai seorang suami, cara yang simple adalah berdoa bersama dengan istri Anda, bersama-sama membaca Firman Tuhan, membahas ayat-ayat alkitab, dan berusaha mencari cara agar pertumbuhan rohaninya bisa naik.Untuk menjadi pemimpin, seorang kekasih, dan seorang hamba adalah memberikan hidup anda sebagai seorang suami yang utuh bagi istri Anda, seorang suami yang sesuai dengan perintah Alkitab, seorang suami yang takut akan Tuhan yang sudah mengaruniakan istri Anda kepada Anda.Terima kasih telah membaca Artikel kami ini, semoga Anda diberkati, dan dapat memberikan sudut pandang yang baru bagi peran Anda di dalam sebuah pernikahan Kristen. Sehingga ketika Anda nanti berhadapan dengan tahta pengadilan Kristus, Dia akan berkata, “Well done, engkau hamba yang baik dan setia.”Amin.

by VINO