Berita

Penginjil Jalanan Inggris kena tuduhan “penghinaan”.

11 Oktober 2015

Mike Overd, seorang pengkhotbah jalanan di Inggris, menghadapi tiga tuduhan “penghinaan,” pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Ketertiban Umum untuk komentar publik membandingkan Yesus Kristus dan Nabi Muhammad, yang mengatakan Nabi Muhammad telah menikah dengan gadis 9  tahun.Overd berpendapat bahwa komentarnya tentang Muhammad tidak bermaksud menyampaikan kebencian, “perbandingan sederhana dan itu berdasarkan fakta.”“Saya sama sekali tidak memiliki kebencian terhadap Muslim, saya hanya memberitakan kebenaran Injil. Baru baru ini seorang pria Muslim datang membela saya ketika saya sedang berkhotbah dan pemilik toko lokal mulai berteriak pada saya,” kata Overd, yang sudah menadi pengkhotbah jalanan selama lima tahun dan telah melakukan penginjilan di Glasgow, Skotlandia, Sheffield, Manchester dan Taunton, Inggris.“Pria Muslim tersebut tidak merasa tersinggung karena mengatakan bahwa dia tahu saya hanya memberitakan apa yang saya percaya dan setuju tidak ada kebencian dalam diriku. Saya punya video kejadian ini, dan saya juga memiliki bukti video dari insiden yang telah menyebabkan penuntutannya yang akan datang ini, ” kata Overd, menurut Christian Concern.Pada bulan Juni, Taunton Police Sgt. Neil Kimmins menyarankan masyarakat untuk merekam video penginjilan Overd melalui ponsel mereka “jika mereka berpikir dia membuat komentar penghinaan,” menurut Somerset County Gazette.“Aku tidak melakukan kesalahan apa pun di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa . Hati nurani saya jelas,” kata Overd kepada Gazette tentang khotbahnya.Ini bukan pertama kalinya Overd menghadapi perubahan pelanggaran hukum ketika berkhotbah di jalanan.Pada 10 Februari 2012, Overd ditemukan tidak bersalah melanggar UU Ketertiban Umum 1986 mengenai komentar yang dibuatnya tentang homoseksualitas.Ketika Overd melihat dua orang pria berjalan menyusuri Taunton High Street bergandengan tangan dua tahun lalu, ia berkata di depan umum: “bahkan orang terkasih terjebak dalam homoseksualitas, jika mereka meminta Tuhan untuk pengampunan dosa mereka dapat diampuni; Allah sangat mengasihi mereka, ” Laporan Christian Concern.Selanjutnya, pasangan tersebut mengadu kepada polisi, yang menyebabkan penangkapan Overd atas tuduhan melakukan “kejahatan kebencian.”Berbicara setelah sidang, Overd mengatakan, “ada sesuatu yang salah” ketika “polisi menangkap saya, yang merupakan seorang pendeta Kristen yang sangat peduli kepada Yesus Kristus dan kepada orang-orang Taunton,”. “Sesuatu harus berubah dan saya berharap kasus saya akan mendorong orang lain agar tidak takut untuk berbicara untuk Kristus.” laporan BBC.Ditetapkan pada tahun 1986, Bagian 5 dari Undang-Undang Ketertiban Umum berkaitan dengan pidato publik yang mungkin melibatkan “pelecehan, kegelisahan atau tertekan.”Bagian 5 catatan bahwa berbicara di depan publik di anggap bersalah ketika berbicara “menggunakan kata ancaman, kata kasar atau menghina atau berperilaku menghina” atau “menampilkan tulisan apapun yang merepresentasi visual lainnya yang mengancam, kata kasar atau menghina.”Selama beberapa tahun terakhir, berbagai penginjil jalanan di Inggris menemukan diri mereka berurusan dengan masalah hukum karena mereka berbicara tentang topik seperti Islam dan homoseksualitas.Pada tahun 2010, Dale Mcalpine ditangkap karena menyatakan di depan umum bahwa homoseksualitas adalah dosa. Pada bulan Mei tahun itu, jaksa puncak memilih untuk membatalkan tuntutan.“Itu tuduhan konyol, aku seharusnya tidak pernah ditangkap. … Aku lega bahwa mereka telah memiliki pengertian,” kata Mcalpine Mei tahun itu.Pada 2013, seorang penginjil Amerika berkhotbah di Wimbledon ditangkap dengan tuduhan melanggar Pasal 5, karena ia telah berbicara homoseksualitas merupakan tidakan asusila.Penginjil Tony Miano membalas bahwa dia benar-benar membicarakan asusila dan keseluruhannya dan dia mengatakan homoseksualitas hanya sebagai contoh.“Saya ditanya apakah saya percaya homoseksualitas adalah dosa. Saya ditanya apa bagian dari Alkitab yang saya baca. Saya diminta bahwa jika homoseksual lapar dan berjalan ke arahku, akankah saya memberi mereka sesuatu untuk dimakan,” kata Miano .“Pikiran orang bahwa penginjil jalanan hanya berkhotbah tentang homoseksualitas adalah keliru. Kita berbicara tentang segala bentuk dosa. Kita biasanya membawa orang-orang melalui Sepuluh Perintah Allah. Kami menjelaskan kepada orang-orang bahwa pembohong, pencuri, perzinahan, penghujat,homoseksual, tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah, “tambahnya.Diharapkan kasus Overd akan ditindaklanjuti ke pengadilan sebelum akhir tahun ini, menurut Christian Concern.Overd sedang diwakili oleh Christian Legal Centre.