Berita

Mantan muslim menggugat Gereja yang telah merayakan baptisan

11 Oktober 2015

Seorang mantan muslim yang  bertobat menjadi Kristen telah menggugat gereja dan pendeta akibat dari kelalaian setelah gereja mengumumkan baptisan di website. Dia menyatakan bahwa pengumuman tersebut menyebabkan konsekuensi bencana pada perjalanannya pulang ke Suriah, di mana ia disiksa dan hampir dieksekusi oleh ekstrimis Muslim.Dia menuntut retribusi sebanyak $ 75.000 atau lebih sebagai ganti rugi untuk mencegah gereja-gereja lain melakukan hal sama.Gugatan hanya menceritakan satu sisi dari cerita. Namun menurut pengajuan tanggal 9 Juni, orang itu secara pribadi dibaptis pada Desember 2012, beberapa minggu sebelum melakukan perjalanan tetapnya ke Damaskus. Dia telah berulang kali meminta baptisan harus dilakukan secara pribadi untuk keselamatannya, dan ia mengatakan bahwa dia mendapatkan janji dari First Presbyterian Church di Tulsa Oklahoma untuk menjaga baptisannya secara pribadi. Tapi beberapa hari setelah tiba di Suriah, gereja Oklahoma diduga menerbitkan sebuah pengumuman di situsnya bahwa ia telah dibaptis.Segera setelah berita dibaptis ditampilkan secara online, Mantan muslim ini menyatakan bahwa ia dipukuli oleh ekstrimis Muslim di Damaskus, yang mengatakan bahwa mereka telah membaca tentang pembaptisan-Nya di internet. Bahkan setelah menyangkal pertobatannya, orang itu disekap dan disiksa selama berhari-hari sebelum ia berhasil melarikan diri dan kembali ke Amerika Serikat.Perkara hukum itu mengklaim ancaman hukuman pembunuhan bagi siapa saja yang murtad di Suriah, di mana anaknya masih hidup dan kini kehilangan bisnis dan harta miliknya. Dia(ex-muslim),  memiliki status kependudukan tetap, tetapi belum menjadi warga negara AS, meminta retribusi $ 75.000 dari gereja yang diduga kurang hati-hati dan menimbulkan penganiayaan terhadap dirinya.“Para Tergugat entah terlalu lalai atau sengaja acuh tak acuh terhadap keselamatan Penggugat dengan mempublikasikan baptisan dan konversi ke kekristenan secara online,” pernyataan dari gugatan itu.“Kami memahami skeptisisme terhadap klaim,” pengacara Keith Ward mengatakan kepada Tulsa World, “tapi  kerugian dan semua tuduhan telah didokumentasikan dengan baik.”“Saya tidak dapat berbagi rincian lebih lanjut dengan Anda karena ini adalah masih dalam proses pengadilan,” kata Pendeta James D. Miller kepada jemaat PC(USA) dalam suratnya kemudian dikirim ke World Tulsa. Tapi dia menujukan kepada “seluruh masyarakat Tulsa,” ia menyatakan:Gugatan ini diajukan oleh orang yang menerima Sakramen Baptisan sebelum pertemuan selama kebaktian Minggu seperti biasa di First Church. Sebagai fakta dan kebenaran peristiwa ini terungkap selama proses peradilan, itu akan menjadi jelas bahwa First Churchmengikuti prosedur normal dalam membaptis orang ini dan klaim yang dibuat dalam gugatan itu tidak tepat.Stasiun TV lokal KOTV dan KTUL juga melaporkan berdasarkan keheboan gugatan tersebut.Menjadi Kristen dari Islam seperti biasa dilaporkan penganiayaan atas keputusan mereka di Timur Tengah dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya. Baru-baru ini, seorang Kristen di Mesir dipenjara karena ‘like” halaman Facebook yang dikelola oleh Muslim yang konversi ke Kristen.Chirstianity Today telah menerbitkan kesaksian dari seorang mantan Muslim, meliputi konversi kontroversial Ergun Caner, mantan dekan seminari Liberty University, dan mengeksplorasi mengapa Muslim menjadi penginjil terbaik.Chirsitanity Today juga secara berkala melaporkan baptisan, termasuk mengapa kebanyakan Southern Baptis tidak membaptis  banyak milenium(generasi tahun 2000an), dan apakah pembaptisan spontan sehat bagi gereja.