Ringkasan Kotbah

Keunikan Agama Kristen

Pdt.Esra Alfred Soru, S,Th, M.Pdk
esra@revival.or.id

19 Juli 2015

Bagikan ke Mediasosial melalui :

 Khotbah Minggu : 19 Juli 2015
 
Antara Pluralisme, Inklusivisme dan Ekskulsivisme
 
Part 4 : KEUNIKAN AGAMA KRISTEN
 
By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.
 
Pada part 4 ini saya akan membahas tema “KEUNIKAN AGAMA KRISTEN”. Mengapa tema ini? Ini ada kaitannya dengan paham pluralisme yang dengan pahamnya entah sadar atau tidak, mereka menghilangkan keunikan dari setiap agama yang ada termasuk Kristen. Keunikan dari agama-agama dikaburkan untuk menuju pada satu pemahaman bahwa pada dasarnya semua agama sama saja dan sama-sama menyelamatkan. Karena itu saya merasa betapa pentingnya bagi kita untuk memahami keunikan agama kita (Kristen).
 
Apa itu keunikan? Kamus Bahasa Indonesia memberikan keterangan tentang kata “unik” sebagai berikut :
 
Kamus Bahasa Indonesia - [a] tersendiri dalam bentuk atau jenisnya; lain daripada yang lain; tidak ada persamaan dengan yang lain; khusus: … (http://kamusbahasa indonesia.org /unik).
 
Itu berarti waktu kita membicarakan keunikan agama Kristen, kita sementara membahas tentang hal-hal tertentu di dalam kekristenan yang tidak ada di dalam agama-agama lain. Ini penting untuk menyadari perbedaan kekristenan dengan agama-agama lain sehingga kita tidak terpengaruh untuk beranggapan bahwa semua agama sama saja dan terutama sama-sama dapat menyelamatkan.
 
Sebenarnya jika dibahas secara detail maka kekristenan mempunyai banyak keunikan dibandingkan dengan agama-agama lain tapi di sini saya hanya akan mengangkat beberapa keunikan yang bagi saya sangat menyolok. Ada beberapa keunikan Kristen yang sangat menyolok dibandingkan dengan agama lain :
 


  1. TOKOH UTAMANYA UNIK.


 
Yang saya maksudkan dengan tokoh utama dari agama Kristen jelas adalah Yesus Kristus. Bagaimana pun juga kekristenan tidak bisa terlepas dari Yesus Kristus selain karena nama “Kristen” itu muncul dari kata “Kristus” (Kristen artinya pengikut Kristus), juga bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dari orang Kristen dan kekristenan hidup dari ajaran Yesus Kristus sendiri. Bahkan ada orang yang berkata : “Without Christ, Christian is nothing”. Tanpa Kristus, kekristenan bukanlah apa-apa atau tidak ada apa-apanya.
 
Nah, berbicara tentang Yesus Kristus berarti kita sedang berbicara tentang seorang tokoh sejarah yang sangat unik. Ia memiliki sejumlah keunikan yang tidak dimiliki oleh tokoh agama mana pun di dunia ini. Dan mau tidak mau keunikan diri-Nya sekaligus menjadi keunikan dari kekristenan. Berikut ini beberapa keunikan dari Yesus Kristus :
 

  1. Jalan hidup yang sudah dinubuatkan.


 
Hal pertama yang membedakan Yesus dari siapa pun juga adalah bahwa seluruh jalan hidup-Nya telah dinubuatkan sebelumnya di mana di dalam Alkitab PL terdapat sekitar 400 nubuatan tentang diri-Nya. Misalnya nubuatan tentang cara kelahiran-Nya, tempat kelahiran-Nya, peristiwa-peristiwa di sekitar kelahiran-Nya, orang yang mendahului-Nya, misi-Nya, pengajaran-Nya, penolakan yang dialami-Nya, penjualan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke sorga, kedudukan-Nya di sebelah kanan Bapa, keimaman-Nya, dll. Di sini saya tidak akan mengutip dan menjelaskan masing-masing point ini tapi semuanya ini bisa dilihat dalam tabel berikut :
 



https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfp1/v/t1.0-9/p180x540/11694078_1045534612126287_802857..." alt="" width="437" height="328" />





 
 Ada ratusan nubuatan tentang Yesus, dan uniknya adalah semua nubuatan itu digenapkan secara tepat sampai detail-detailnya. Dalam website : http://www.accordingtothescriptures.org/prophecy/353">http://www.accordingtothescriptures.org/prophecy/353%20prophecies.html">http://www.accordingtothescr... prophecies.html bahkan diberikan tabel nubuatan dan pemenuhannya dalam Kristus sebanyak 354 nubuatan.



https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-g.ak/hphotos-ak-xpa1/v/t1.0-9/p180x540/11755108_1045534775459604_2374..." alt="" width="467" height="350" />





 
 Yesus sendiri berkata :
Luk 24:44 – “…."Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
Suatu panel ilmuwan pada Afiliasi Ilmu Pengetahuan Amerika mengatakan bahwa kemungkinan seseorang dapat memenuhi hanya 8 dari hampir 300 nubuatan yang menunjuk pada Yesus adalah satu dari 100,000,000,000,000,000. Ada orang yang mengatakan bahwa mungkin saja Yesus yang telah membaca gambaran PL tentang Mesias lalu secara sengaja melakukan hal yang persis seperti nubuatan-nubuatan itu dan dengan demikian menjadikan diri-Nya sendiri sebagai Mesias. Tapi jelas ini adalah pandangan yang salah. Hal itu memungkinkan bagi nubuatan-nubuatan yang menyangkut apa yang akan dilakukan Mesias (misalnya menunggang keledai memasuki kota Yerusalem) tetapi tidak mungkin bagi nubuatan-nubuatan yang menyangkut cara kelahiran, tempat kelahiran, peristiwa-peristiwa di sekitar kelahiran-Nya dan juga perlakuan orang lain atas diri-Nya. Misalnya :
 

  • Ia disalibkan di antara 2 penjahat.


 
Luk 22:37 - Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
Nubuatan ini ada di dalam Yes 53:12.
 

  • Jubah-Nya diundi oleh pra prajurit.


 
Yoh 19:24 - Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Nubuatan ini ada di dalam Maz 22:19.

  • Kaki-Nya tidak dipatahkan.


 
Yoh 19:36 - Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatah-kan."
Nubuatan ini ada di dalam Kel 12:46.
 
Nubuat-nubuat seperti ini jelas tidak mungkin direkayasa.
 
Nah, jalan hidup yang telah dinubuatkan secara detail ini adalah sesuatu yang unik dari diri Yesus. Siapakah tokoh di dunia ini yang seluruh jalan hidupnya dari lahir sampai mati bahkan setelah kematian (kebangkitan dan naik ke sorga) sudah diramalkan ratusan atau bahkan tahun sebelumnya? Abraham? Tidak! Musa? Tidak! Sidartha Budha? Tidak! Muhammad? Tidak! Confucius? Tidak! Bahkan dalam Kitab Suci agama Islam sendiri tidak ada nubuatan sama sekali tentang Muhammad. Ini membuat sejumlah tokoh Islam lalu berusaha mencari-cari nubuatan tentang nabi mereka dalam agama / Kitab Suci agama lain seperti dalam buku Hisbullah Bakri yang menulis buku : “Isa Dalam Quran Muhammad Dalam Bible”



https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-c.ak/hphotos-ak-xat1/v/t1.0-9/s180x540/11214041_1045535568792858_2512..." alt="" width="222" height="294" />





 
 Dan juga dalam artikel “Budha Telah Menggambarkan Datangnya Nabi Muhammad?”: (http://reviewofreligions.blogspot.com /2012/06 /budha-telah-menggambarkan-datangnya.html)



https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtf1/v/t1.0-9/s720x720/11751732_1045535948792820_532456..." alt="" width="538" height="325" />





 
 
Tapi jelas semua itu adalah suatu upaya eksegese / pemaksaan ayat-ayat Alkitab dan juga sumber-sumber Budha agar cocok dengan Muhammad. (Di lain kesempatan akan saya bahas hal ini). Karena itu harus diakui bahwa tidak ada satu orang pun di bawah kolong langit yang sama seperti Yesus. Inilah keunikan Yesus! Inilah yang membedakan Yesus dari siapapun juga.
 

  1. Ada sebelum dilahirkan.


 
Hal kedua yang membedakan Yesus dari orang lain adalah keberadaan-Nya sebelum dilahirkan ke dalam dunia ini. Ini dikenal dengan istilah pra eksistensi Yesus. Siapapun manusia di dalam dunia ini, ia pastilah tidak ada sebelum ia dilahirkan (atau dalam kandungan ibunya). Kalau engkau lahir tahun 1970 berarti tahun 1950 engkau belum ada. Kalau engkau lahir tahun 1950 berarti tahun 1930 engkau belum ada. Ini berlaku bagi semua manusia, semua tokoh agama, semua filsuf dan semua ilmuwan terkemuka. Namun kesaksian Alkitab memperlihatkan bahwa Yesus sudah ada sebelum Ia dilahirkan. Bukankah Abraham hidup jauh sebelum Yesus bahkan secara manusia Yesus tidak pernah bertemu dengan Abraham karena sewaktu Yesus hidup Abraham sudah mati? Namun Yesus sendiri bersaksi bahwa Abraham telah melihat Dia dan bahkan Ia sudah ada sebelum Abraham jadi.
 
Yoh 8:56-58 - (56) Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.“ (57) Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?“ (58) Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
 
Dari catatan Alkitab juga kita tahu bahwa Yohanes Pembaptis lahir terlebih dahulu dari Yesus namun Yohanes Pembaptis sendiri pernah bersaksi :
 
Yoh 1:29-30 - “…Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
 
Jelas bahwa Yesus sudah ada sebelum Ia dilahirkan. Itulah sebabnya Ia sering berkata “AKU DATANG” dan bukan “AKU LAHIR”.
 
Mat 5:17 - "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Mark 2:17 - Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Yoh 10:10 - Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Mengapa Yesus selalu menyebut “Aku datang” dan bukan “Aku lahir”? Karena kelahiran adalah sesuatu yang pasif (maksudnya adalah bahwa tidak ada seorang pun yang minta dilahirkan atau ingin dilahirkan) namun kedatangan adalah sesuatu yang aktif dan keaktifan hanya dimungkinkan dengan sebuah keberadaan sebelumnya. Ini semua membuktikan bahwa Ia sudah ada sebelum dilahirkan karena Ia bisa menginginkan/bertindak secara aktif dalam kedatangan-Nya. Pikirkan ini, siapakah yang sama seperti Yesus?
Lebih menarik lagi adalah bahwa Yesus bukan hanya ada sebelum dilahirkan tetapi bahkan keberadaannya mendahului keberadaan alam semesta ini. Atau dengan kata lain Ia sudah ada sebelum dunia ini ada. Itu nyata dari kata-kata-Nya sendiri :
 
Yoh 17:5 - Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
Ia bahkan berkata bahwa Ia sebenarnya berasal dari atas, dari surga :
 
Yoh 6:38 - Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
 
Bahkan para penulis Kitab Suci yang diilhami dengan Roh Kudus mencatat bahwa Ia adalah pencipta dari alam semesta ini. (Yoh 1:3; Kol 1:16; Ibr 1:2). Hal seperti ini tidak pernah dikatakan tentang seorang pun. Entah itu nabi, rasul, pendiri agama atau tokoh agama manapun. Inilah keunikan Yesus Kristus!
 

  1. Dilahirkan dengan cara yang ajaib.


 
Alkitab memberi kesaksian bahwa kedatangan Yesus ke dalam dunia ini dengan satu cara yang ajaib yakni Ia lahir dari seorang perawan bernama Maria. Dengan demikian kelahiran Yesus ini bukanlah hasil suatu hubungan seks melainkan seperti kata Alkitab : “dikandung dari Roh Kudus”. (Mat 1:18,20; Luk 1:30-35). Bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan adalah salah satu keunikan Yesus yang tidak dimiliki tokoh manapun juga di bawah kolong langit ini.
 
Memang golongan liberal mengatakan bahwa ada mitologi-mitologi kafir yang mempunyai cerita yang mirip dengan kisah kelahiran Yesus dari anak dara seperti :

  • Dalam mitologi Yunani diceritakan bahwa dewa Zeus mendekati Alcmene tanpa hubungan seksual dan kemudian melahirkan Hercules, sang pahlawan yang lahir dari seorang perawan.

  • Legenda Budha menceritakan bahwa Budha dilahirkan dari perawan Ma

  • Dari Hindu dikisahkan bahwa Wishnu, dalam inkarnasinya yang kedelapan, muncul sebagai dewa Krishna, yang lahir melalui perawan Devaki.

  • Demikian pula dari Romawi, Kaisar Agustus dan Alexander Agung dipercaya lahir dari perawan-perawan.


 
Gara-gara adanya mitologi-mitologi ini maka para kritikus dan teolog liberal berkata bahwa cerita kelahiran Yesus dari seorang perawan merupakan saduran dari kisah-kisah serupa yang terdapat dalam kesusasteraan agama-agama lain bahkan yang lain melihatnya sebagai mitos, bahkan mitos yang dicuri/dipinjam dari agama lain. Tapi ini adalah tudingan yang tidak masuk di akal. Mengapa? Karena kalau dipelajari dengan saksama, sesungguhnya cerita-cerita itu bukannya mirip dengan cerita Injil melainkan sangat berbeda.
 

  1. James Kennedy – “Dalam kasus Zeus yang menjadi ayah Hercules melalui seorang perawan, kita menemukan apa yang biasanya ditemukan dalam mitologi Yunani di mana dewa-dewa tidak lain adalah manusia-manusia yang “diperbesar” menjadi ukuran dewa, dan dengan dosa-dosa serta kelemahan manusia, hidup bersama dengan manusia. Dewa-dewa Yunani sering kali digambarkan sebagai lebih menyukai perempuan-perempuan (manusia) biasa. Tentang Budha, ibunya menyatakan bahwa seekor gajah putih yang memiliki 6 buah taring dan pembuluh-pembuluh darah berwarna merah datang mendekatinya, dan menyebabkannya mengandung bayi yang kemudian menjadi Budha.





https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-e.ak/hphotos-ak-xta1/v/t1.0-9/p180x540/11800593_1045537148792700_3874..." alt="" width="524" height="393" />





 
 
Dalam kasus Wishnu, menurut legenda, ia pertama kali menjelma menjadi ikan, lalu kura-kura, selanjutnya beruang, singa, dan beberapa makhluk aneh lainnya.
https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xft1/v/t1.0-9/p180x540/15908_1045537352126013_460583830..." alt="" width="553" height="415" />
 Sukar melihat hubungan antara cerita ini dengan kisah kelahiran Yesus. Dalam kasus Kaisar Agustus, ia mengaku bahwa ibunya, Olympia dihamili oleh seekor ular;
https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtf1/v/t1.0-9/q82/p180x540/11796299_1045537495459332_39..." alt="" width="545" height="409" />
 
Alexander Agung juga mengaku bahwa ayahnya adalah seekor ular.
https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtp1/v/t1.0-9/11796432_1045537795459302_801576442464814..." alt="" width="492" height="612" />
 
 (Mengapa hal ini perlu disombongkan sungguh tidak bisa dipahami)”. (Solving Bible Misteries, hal. 81).
 
Catatan : Gambar-gambar dari saya.
 
Jadi jelas bahwa ternyata semua mitos kafir ini sangat jauh berbeda dengan kisah Yesus yang adalah fakta sejarah.
 
Thomas Thorburn - Semua cerita yang bermacam-macam mengenai kandungan dan kelahiran yang gaib ini, yang kita temui dalam dongeng-dongeng dan sejarah mitologi, umumnya mempunyai satu unsur serupa – semuanya itu justru menunjukkan perbedaan atau ketidaksamaan dan bukannya persamaan di antara cerita kelahiran Yesus di dalam agama Kristen dan di dalam dongeng-dongeng yang beredar di kalangan agama-agama kafir”. (Critical Examination of the Evidences for the Doctrine of the Virgin Birth; hal. 158).
 
Dengan demikian fakta kelahiran Yesus dari perawan tidak dapat disamakan atau disetarakan dengan mitos-mitos kafir tersebut dan dengan demikian ini membuat Yesus sangat berbeda dari siapa pun juga di kolong langit ini.  
 

  1. Sama Sekali Tidak Berdosa.


 
Yesus sama sekali tidak berbuat dosa. Ini yang membedakan Yesus dari semua orang di dunia ini. Alkitab berkata bahwa semua orang telah berbuat dosa (Roma 3:23) namun ini tidak berlaku bagi Yesus. Yesus sendiri dengan sangat berani pernah menantang orang Yahudi :
 
Yoh 8:46 - Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?...’
 
Siapakah di dunia ini yang pernah dan berani menantang orang lain seperti ini? Berani ada yang menantang seperti ini maka sebuah daftar maha panjang dapat dibuat seketika itu juga untuk mencatat segala dosanya. Sebelum ini Ia berkata :
 
Yoh 8:29 - Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
Ya, sejak dunia ini diciptakan hingga saat ini tidak ada seorang waras yang bernyali untuk mengatakan kalimat-kalimat semacam itu selain Yesus. Bahwa Ia kudus dan tidak berdosa bukan hanya semata-mata klaim-Nya sendiri dan juga klaim murid-murid-Nya namun juga diakui orang lain bahkan musuh-musuh-Nya. Ini tentu menarik karena biasanya teman-teman kita menutupi kesalahan kita dan menonjolkan kebaikan kita sedangkan musuh lebih cenderung untuk mengabaikan kebaikan kita dan mengekspos kesalahan-kesalahan / keburukan kita. Tapi dalam kasus Yesus, justru musuh-musuh-Nya memberikan kesaksian tentang kebenaran dan ketidakberdosaan-Nya. Perhatikan tabel ini :
https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-e.ak/hphotos-ak-xta1/v/t1.0-9/p180x540/11796428_1045538358792579_8944..." alt="" width="555" height="416" />
Mereka yang menghukum Yesus namun mereka sendiri mengaku bahwa Ia tidak berdosa atau bersalah. Dan memang, Yesus dihukum bukan karena perbuatan-Nya tetapi karena diri-Nya.
 
Millard J. Erickson - Dia mengajarkan murid-murid-Nya untuk mengaku dosa mereka serta memohon pengampunan, namun tidak ada laporan bahwa Ia mengaku dosa dan memohon pengampunan untuk diri-Nya sendiri. Sekalipun Ia pergi ke Bait Suci, tidak ada laporan bahwa Ia mempersembahkan korban untuk diri dan dosa-dosa-Nya. Selain dituduh menghujat, tidak ada dosa lain yang dituduhkan kepada-Nya…” (Teologi Kristen; hal. 366).
 
Semua tokoh dalam dunia ini pernah berdosa, pernah memohon pengampunan, pernah meminta maaf, pernah mohon didoakan untuk diampuni. Contohnya :
 
Doa Muhammad – “Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku yang lalu dan yang akan datang; dosa yang tersembunyi maupun dosa yang nampak; serta perbuatanku yang berlebihan; dan dosaku yang engkau lebih mengetahui daripadaku. Engkaulah Tuhanku, tak ada Tuhan selain Engkau!”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim).
Tapi itu sama sekali tidak dilakukan oleh Yesus. Sungguh, Ia lain daripada yang lain.
 

  1. Pengajaran yang berpusat pada diri sendiri.


 
Keunikan lain dari Yesus adalah bahwa pengajaran-Nya berpusat pada diri-Nya sendiri. Maksudnya adalah bahwa sifat ajaran Yesus yang paling mencolok adalah bahwa Ia hampir selalu berbicara mengenai diri-Nya sendiri. Ia memang banyak menyebut nama Allah Bapa tetapi selalu kemudian ditambah dengan pernyataan bahwa Ia adalah Anak Allah. Ia bicara tentang Kerajaan Allah tetapi juga menyatakan kedudukan-Nya yang sangat tinggi dan penting dalam kerajaan itu. Dan yang lebih menarik adalah bahwa Ia selalu berkata “AKULAH…” atau “AKU ADALAH…”. Ia pernah berkata : ‘Akulah roti hidup’ (Yoh 6:35), ‘Akulah terang dunia’ (Yoh 8:12), ‘Akulah kebangkitan dan hidup’ (Yoh 11:25-26), ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup’ (Yoh 14:6), ‘Akulah pokok anggur’ (Yoh 15:5) dan ‘Akulah pintu’ (Yoh 10:9). Mengherankan sekali bahwa semua pengajaran-Nya bersifat egosentris (berpusat pada diri-Nya sendiri) dan lebih heran lagi adalah tidak ada seorang pendiri atau pemuka agama di dunia ini berani menjadikan dirinya menjadi pusat pengajarannya.
 
John Stott - Guru-guru lain meniadakan diri, tapi Yesus mengangkat diri. Masing-masing guru itu berkata : “Menurut pendapatku, itulah jalan kebenaran, hendaklah engkau menurutinya”. Tapi Yesus berkata : “Akulah kebenaran : Ikutlah Aku”. Tidak seorang pun pendiri agama lain yang berani mengeluarkan pernyataan demikian”. (Kedaulatan dan Karya Kristus; hal. 29).
 
Esra Alfred Soru – Muhammad berkata : ‘Aku nabi pemberita jalan’, Krishna berkata : ‘Kulihat jalan’, Budha berkata : ‘Aku mencari jalan’, Confucius berkata : ‘Aku tahu jalan’, para pemikir Zaman Baru berkata : ‘Kita sedang menuju ke sana’ namun Yesus Kristus dengan tegas berkata : ‘Akulah jalan’. (Keunikan Yesus Kristus, hal. 29)
 
Jelas Yesus sangat berbeda. Ya benar, Yesus meninggikan diri-Nya dalam ajaran-Nya namun herannya adalah bahwa Ia dikenal sebagai orang yang sangat rendah hati dan menentang kesombongan dan sikap tinggi hati. Siapakah yang sama seperti Yesus?
 

  1. Mati dan bangkit bagi umat-Nya.


 
Alkitab berkata bahwa Yesus Kistus mati di kayu salib untuk menebus dosa umat-Nya, dan memang untuk itulah Ia datang.
 
Mat 20:28 – “…Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Yoh 10:11 - Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
 
Ya, mati menebus dosa umat-Nya. Itulah yang dialami dan dilakukan Yesus. Ini boleh dianggap sebagai salah satu keunikan Kristus karena sama seperti tidak adanya konsep penebusan dosa di dalam agama mana pun (akan saya jelaskan pada bagian berikut), demikian juga tidak ada satu nabi atau pendiri dan pemimpin agama pun yang pernah melakukan itu. Para pendiri / tokoh utama agama-agama di dunia ini ada yang mati secara wajar seperti Confucius (pendiri aliran Kong Fu Chu) atau Bahaullah (pendiri agama Baha’i mati). Ada juga yang mati karena kecelakaan seperti Krisna yang mati dipanah dengan panah beracun dari seorang pemburu, Muhammad, nabinya umat Islam yang mati karena diracun melalui makanan, atau pangeran Sidartha, pendiri agama Budha yang juga diracun melalui makanan. Tapi dari semuanya itu tidak ada satu pun yang mengklaim mati demi / bagi para pengikutnya. Satu-satunya yang melakukan itu hanyalah Yesus Kristus. Jadi kematian Kristus yang bersifat menebus umat-Nya merupakan suatu keunikan tersendiri dari diri-Nya.
 
Tapi ini tidak cukup sampai di situ. Lebih daripada itu Ia juga ternyata bangkit dari antara orang mati. Ini semakin menunjukkan superioritas-Nya atas semua nabi, pendiri dan tokoh agama manapun juga.
 
Wilbur M. Smith – Dalam kisah asli tentang kehidupan Budha, tidak pernah disebutkan tentang adanya suatu kebangkitan. Bahkan dalam semua cerita tertua tentang kematiannya, yang disebut Maha-parinibbana Sutta, kita membaca bahwa Sang Budha wafat dalam kematian yang sempurna di mana tidak ada satu apa pun yang tertinggal di belakangnya. (Therefore Stand : Christian Apologetics, hal. 385).
 
Profesor Childers – Tidak ada tanda-tanda sedikit pun dalam Kitab Suci atau penjelasan Kitab Suci Pali (atau sejauh yang saya ketahui dalam buku-buku Pali manapun) tentang Sakya Muni yang hidup kembali setelah mati atau menampakkan diri kepada murid-nuridnya. Berjuta-juta umat agama apa pun sepakat bahwa pendiri agama mereka tidak pernah bangkit dari debu tanah dan hidup kembali. (Therefore Stand : Christian Apologetics, hal. 385).
 
Seorang bernama G. B. Harddy dalam bukunya ”Countdown” (hal. 1970) membuat sebuah daftar yang panjang dengan model sebagai berikut :
 
Makam Konfucius                   - Ditempati.
Makam Budha               - Ditempati
Makam Muhammad      - Ditempati
Makam nabi-nabi           - Ditempati
Makam Yesus                - Kosong.
 
Stephen Tong – Kuburan Kristus kosong makanya hati dari umat-Nya berisi sedangkan kuburan dari para pemimpin agama lain berisi makanya hati umatnya tetap kosong.
 
Dan yang lebih menarik dari semuanya adalah bahwa Yesus sendiri telah berbicara tentang kematian dan kebangkitan-Nya sebelum kedua hal itu terjadi.
 
Mark 8:31 - Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
Mark 9:31 – “… Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
Ya, Ia mengatakan dengan pasti tentang cara mati-Nya, di tangan siapa-siapa Ia akan mati, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati 3 hari setelah itu. Permisi tanya, adakah seorang di kolong langit ini, entah nabi atau rasul, pendiri atau tokoh agama terkemuka, pemimpin aliran kepercayaan tertentu yang pernah berkata-kata seperti Yesus dan lalu menjadi kenyataan? Tidak ada!
 

  1. M. Cheyne Edgar – Inilah seorang guru agama dan dengan berani Ia mempertaruhkan seluruh kebenaran pernyataan-Nya pada kemampuan-Nya setelah dibunuh, untuk bangkit kembali dari kubur. Kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa belum pernah sekalipun, sejak dulu sampai sekarang, ada orang yang membuat pernyataan seperti itu….” (Therefore Stand : Christian Apologetics, hal. 364).


 
Itu berarti dalam hal ini Yesus Kristus benar-benar unik dan tiada duanya.
 
Sebenarnya saya masih dapat menambahkan beberapa hal lagi yang menjadi keunikan dari Kristus tapi 6 hal yang sudah diungkapkan sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa Yesus Kristus benar-benar tokoh yang unik. Jikalau Yesus Kristus adalah tokoh utama dalam agama Kristen dan Ia adalah tokoh yang unik, tiada duanya, maka kekristenan yang mempercayai-Nya tidak bisa tidak menjadi agama yang unik pula. Ya, agama yang unik, yang tiada duanya karena keunikan pendirinya, keunikan Tuhannya.
 
BERSAMBUNG